TENTANG Pemoola

Tempat Download Film, Game dan Software Full Version untuk Android dan PC Terlengkap dan Tebaru

Blog ini dibuat pada hari Rabu, 10 Agustus 2016 dan merupakan pindahan dari blog spegaLymous.
Dengan ditambahnya Sector Android, semoga blog ini bisa jadi sumber informasi yang lebih lengkap, terpercaya dan lebih mantap (y) pastinya

Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Misteri Batu Berjalan di California

Batu bergerak sendiri | Pemecahan misteri "batu berjalan" | Misteri "batu berjalan" sudah terkuak

Ok gan, pada kesempatan kali ini ane bakal ngasih informasi yang berbau misteri untuk agan semua. Apa yang terlintas di pikiran agan mengenai batu berjalan?? batu yang punya kaki ?? :v nggak mungkinlah, misteri batu berjalan ini sudah terpecahkan dan dijelaskan secara ilmiah dan tentu saja batu ini tidak punya Kaki :v
berikut ini adalah ulasannya, simak baik-baik :D

Pada kawasan Racetrack Playa, Taman Nasional Death Valley di California, terdapat fenomena aneh yang membuat peneliti pusing.
Terdapat batu yang dapat berpindah tempat dengan sendirinya sejauh ratusan meter !

Batu Bergerak Sendiri di California

Batu Bergerak Sendiri di California

Jejak batu yang berpindah tempat di Death Valley, adalah sebuah fenomena. 
Batu-batu disana seolah bergerak sendiri untuk dapat berpindah-pindah tempat. Setiap kali berpindah, mereka meninggalkan jejak di permukaan tanah lempung yang kering dan retak-retak. Memang, belum pernah ada orang yang melihat secara langsung kalau bebatuan itu bergerak, namun para ilmuwan yakin jika bebatuan itu memang bergerak karena tempat dan jejak mereka selalu berubah.

Banyak teori-teori yang bermunculan diantaranya adalah medan magnet, ulah manusia, bahkan Alien. Tapi teori-teori tersebut sangat lemah kebenarannya. Jika memang ada yang menggerakkan maka seharusnya ada jejak kaki di sekitar sana, namun kenyataannya berbeda.

Lalu bagaimana bebatuan tersebut bergerak dan siapa yang menggerakkanya??
Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan itulah pada tahun 2006, Ralph Lorenz seorang ilmuwan dari NASA mencoba untuk memecahkan kasus tersebut. Alhasil, ia menyimpulkan bahwa musim dingin di Death Valley lah yang mempengaruhi batu itu bergerak.

Batu Bergerak Sendiri di California

Dalam penelitiannya itu, ia mencoba menyelidiki kondisi cuaca di Saturnus dan kemudian membandingkannya dengan yang terjadi di Death Valley. Lorenz pun mengambil sampel Ontario Lacus, danau hidrokarbon yang luas di Titan, salah satu satelit Saturnus. Kemudian ia membandingkannya dengan kondisi meteorologi di Death Valley. Lorenz pun membuat percobaan dengan wadah Tupperware. Model itu digunakan untuk melihat bagaimana bebatuan di Death Valley meluncur di permukaan danau.

"Saya mengambil batu kecil dan memasukkannya dalam wadah itu dan mengisinya dengan air, sehingga ada satu inchi air dengan sedikit batu yang mencuat." kata Lorenz

Setelah meletakkan wadah di kotak pendingin atau freezer di lemari es, terbentuklah batuan kecil yang tertanam di lapisan es. Batu yang terikat lapisan es tipis itu ia letakkan di atas lapisan pasir. Lalu, Lorenz meniup batu dengan lembut, sehingga menyebabkan batu itu bergerak perlahan. Ketika batu bergerak, maka terbentuklah jejak di atas lapisan pasir.

Tim peneliti Lorenz menghitung, dalam kondisi musim dingin di Death Valley, kadar air dan es dapat membuat batuan terapung di atas bagian "berlumpur". Dan angin sepoi-sepoi dapat menggerakkan batuan itu hingga terbentuklah jejak di permukaan tanah.

Sekian gan, klau ada yang mau nambahin atau ada yang ahli dalam hal ini silahkan komeng di bawah :)

Read More...

Apakah UFO Buatan Tangan Manusia?? Penjelasan

Mungkin sebagian dari kita pernah berpikir bahwa "jangan-jangan UFO atau apalah itu merupakan buatan manusia?" Yah, bahkan ane juga berpikir demikian dan keliatannya sudah jelas tuduhan macam itu akan tertuju pada negara "Paman Sam" yaitu Amerika Serikat.

United States

Tapi ternyata hal itu tidaklah benar.... yah setidaknya untuk saat ini
Bagaimana bisa? yah, karena sungguh bukan hal yang mudah untuk membuat konstruksi pesawat piring terbang yang mampu terbang tinggi dengan kecepatan suara, namun tanpa menimbulkan suara dan sistem lepas landasnya yang vertikal tersebut. Biayanya pun sangat mahal.
Saking mahalnya, negara sekaliber Amerika pun merasa keberatan di pendanaan.

Sebetulnya, Amerika Serikat sudah pernah mencoba membuat pesawat layaknya piring terbang, namun megaproyek tersebut diberhentikan di tengah jalan karena persoalan biaya. Begini kisahnya...

Badan Arsip Nasional Amerika Serikat pada Bulan Juni 2013 lalu telah merilis diagram dan sketsa detail sebuah moda transportasi mirip pesawat piring terbang yang pernah dibuat oleh pihak militer AS. Arsip itu menyatakan bahwa inisiatif untuk membuat pesawat piring terbang tersebut datang dari pihak militer sendiri.
Proyek itu dinamai "Proyek 1794" << klik untuk melihat secara langsung


Dari memo tersebut terungkap bahwa pasawat piring terbang itu dibebani beberapa target sebagai berikut :

  • Dapat melaju dengan kecepatan maks. 3-4 Mach (3.675 - 4.900 km/h) >> Masih kalah sama Koro Sensei yang kecepatannya 20 Mach :v
  • Dapat melayang di ketinggian 100.000 kaki atau 30.000 meter
  • Memiliki kemampuan take-off dan mendarat secara vertikal

Namun, poyek pembuatan pesawat piring terbang ini Gagal. Proyek besar ini berakhir pada tahun 1960.
Entah ada alasan yang "disembunyikan" atau tidak, yang jelas proyek ini terkendala oleh 2 hal.

Pertama, dalam hal biaya. Pada waktu itu proyek tersebut butuh sekitar 3,1 juta dollar AS; bila disesuaikan dengan kurs sekarang, uang itu setara dengan 26,6 milliar Dollar AS dan merupakan jumlah yang fantastis untuk proyek yang tak jelas rampungnya. (Bill Gates belum lahir sih :v)

Kedua, moda tiruan pesawat piring terbang itu gagal mencapai target ketinggian yang dicanangkan yaitu 100.000 kaki

Menilik fakta yang telah diuraikan di atas, rasanya memang mustahil bila pesawat asing yang kita kenal sebagai UFO tersebut, meupakan buatan tangan manusia. Setidaknya, kisah pengakuan atas kegagalan militer AS itu menjadi bukti bahwa teknologi manusia masih belum menjangkau pembuatan pesawat piring terbang.


Read More...